Monday, March 30, 2015

I'm Not On Diet, I'm Eating Healthy



"Mbak Dini, lagi diet ya? Kok tiap pagi sarapan buah?" "Elo kayak kambing ih, makan daun-daunan mulu" "Cieee, diet nih ye, gak makan nasi" Kalimat-kalimat itu masih sering saya dengar sekitar 9 bulan lalu. Saat itu saya memang sedang mulai merubah pola makan saya. Pola makan yang bagi sebagian orang kelihatan sulit untuk dilakukan. Pola makan yang kayaknya cuma teori, yang gak akan bertahan lama. Kesadaran merubah pola makan ini sebenarnya sudah ada dalam benak saya saat almarhumah mama saya menderita kanker payudara. Saat itu saya sedang kuliah di Bandung. Mama sama sekali tidak mau diajak berobat ke dokter. Alasannya takut dikemo sebagai cara pengobatan penyakit kanker. Akhirnya mama beralih ke pengobatan alternatif, namun tak kunjung sembuh. Terakhir, entah mendapat informasi dari mana, mama mencoba rutin minum jamu yang dibuat sendiri dari benalu pohon jambu kelutuk/jambu biji. Mama juga rajin mengkonsumsi parutan kunyit mangga (kunyit putih) dan kunyit biasa (kunyit kuning). Alhamdulillah, tak disangka, kanker di payudara mama kering, tidak luka lagi, tidak sakit lagi. Ya, kami tau kankernya tidak sembuh total karena sel kankernya cuma "tidur". Tapi setidaknya kami bisa mengatakan mama sembuh dari kanker payudara. Rupanya, "sembuh" dari kanker payudara membuat mama lupa untuk memperbaiki pola makannya. Mama kerap makan "yang enak-enak". Ya apalagi kalau bukan makanan berkolesterol tinggi. Mama suka sekali daging, jeroan, makanan bersantan kental. Meskipun mama juga rajin makan buah-buahan, namun perbandingan antara makanan berkolesterol tinggi dengan buah-buahan tidak seimbang. Mama mulai mengeluh sering pegal-pegal. Akhirnya saya bujuk mama untuk cek di laboratorium kesehatan. Hasilnya asam urat mama melebihi batas wajar. Sulit bagi mama untuk menghindari makanan yang dipantang bagi penderita penyakit asam urat. Mama selalu menyiapkan jamu asam urat yang dibeli di toko jamu. Jamu ini buatan pabrik, kalau tidak salah namanya jamu "Mahkota Dewa". Terakhir, jamu inilah yang merusak ginjal mama. Hanya seminggu mama dirawat di rumah sakit, mama pergi untuk selamanya. Saat mama meninggal, usia saya 27 tahun, baru dikaruniai seorang anak laki-laki berumur 4 bulan. Dari 3 bersaudara, baru saya yang sudah menikah. Hal ini juga yang membuat saya menyesali kepergian mama karena cita-cita mama untuk mendampingi semua putrinya ke pelaminan tidak tercapai. Ada sesak di dada saat saya mengingat kata-kata yang sering diucapkan mama, "Mama siap kapan saja Allah memanggil, tapi beri mama waktu untuk melihat anak-anak mama menikah semua". Mama pergi sebelum semua anaknya menikah. Tapi ini pasti keputusan yang terbaik dari-Nya. Melihat pengalaman mama, membuat saya bertekad bahwa suatu saat nanti, sebelum usia saya mencapai 40 tahun, saya harus merubah pola makan, saya harus sehat, saya harus berupaya "hidup lebih lama" untuk keluarga saya, untuk anak-anak saya. Alhamdulillah, saya bertemu grup Food Combining (FC) di Facebook. Sudah hampir 9 bulan ini saya menerapkan pola ala FC. Setelah sebelumnya "berkelana", mencari ke sana ke mari, mencoba diet ini itu, akhirnya hati saya jatuh pada FC ini. Kenapa FC? Karena menurut saya, FC itu pola makan yang sangat masuk akal dan mudah Selain itu saya melihat FC ini sedikit banyak sesuai dengan pola makan ala Rasulullah SAW, misalnya tidak mencampur gandum dengan daging, tidak minum saat sedang makan, makan buah sebelum makan berat, dsb. FC bukan program diet-dietan menahan lapar, bukan program menguruskan badan dan bukan program dengan tujuan mengobati. FC adalah pola makan harian (sarapan, makan siang, makan malam) yang bertujuan membentuk PH darah yang netral kadar asam basanya sehingga tercipta kondisi tubuh yang homeostatis, yaitu kondisi dimana semua sistem tubuh bekerja secara optimal. Bagaimana pola makan ala FC? Tidak rumit kok, hanya memperhatikan padu padan asupan makanan, cara mengkonsumsi dan waktu yang tepat untuk mengkonsumsi, seperti ini:
  1. Minum air hangat dicampur perasan jeruk lemon/nipis setiap bangun tidur, saat kondisi mulut belum masih kering (belum sikat gigi/berwudhu).
  2. Makan buah saja saat sarapan.
  3. Tidak mencampur makanan karbohidrat dengan protein hewani.


Untuk alasan mengapa setiap pagi harus minum jeruk nipis, mengapa harus sarapan buah atau mengapa karbohidrat sebaiknya tidak dimakan berbarengan dengan protein hewani, dan alasan-alasan lain, mungkin nanti akan saya bahas di posting berikutnya.
Efek setelah ber FC
Banyak perubahan positif yang saya rasakan setelah saya menjalankan pola makan ini. Diantaranya:

  1. Penyakit asthma tidak pernah kambuh lagi. Padahal biasanya setiap bulan kena serangan asthma.
  2. Hampir tidak pernah kena flu. Padahal biasanya gampang ketularan.
  3. Tidak merasakan nyeri saat haid.
  4. Tidak pernah lagi keputihan.


Memang benar kata pepatah, You are what you eat. Kalau mau sehat, harus mau berupaya. Kalau kita sering sakit-sakitan, itu karena kita malas. Itu saja. So, let's eat healthy food, everyone!

2 comments:

  1. Sy penderita kanker st.4 yg baru 5hari nyobain FC.

    Semoga ada jalan kesembuhan.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin YRA....semoga segera disembuhkan penyakitnya ya, mas Iqbal. Ada beberapa orang survivor kanker yang menerapkan FC dan sembuh. Yang penting tetap semangat, disiplin menjalankan FC dan selalu berdoa ya :)

      Delete