Friday, May 1, 2015

Awali Harimu Dengan Buah Segar

Memenuhi janji saya tempo hari untuk melanjutkan postingan tentang Food Combining (FC), menjelaskan tentang alasan-alasan kenapa hal ini dilarang dan kenapa hal itu dianjurkan. Tentang program FC sendiri masih banyak pro kontranya. Tak apa-apa ya? Di sini posisi saya hanya mencoba menyampaikan informasi tentang pola makan yang saya yakini dan telah saya buktikan memberi efek positif pada kesehatan tubuh saya. 

Sekedar me-refresh, FC bukanlah program diet menahan lapar, bukan program menguruskan badan, dan bukan program dengan tujuan mengobati. FC adalah pola makan harian, dimulai dari sarapan, makan siang, dan makan malam dengan tujuan mencari keseimbangan dalam tubuh, melalui pembentukan kadar PH darah yang netral antara asam-basa nya, sehingga tercapai kondisi tubuh yang homeostatis, yaitu kondisi keseimbangan ideal dimana semus sistem tubuh bekerja optimal untuk memenuhi semua kebutuhannya. Kenapa parameternya melalui PH tubuh? Simple saja, karena tubuh yang sehat memiliki PH yang normal. 

Kali ini saya akan memfokuskan bahasan tentang sarapan. Saya yakin kita semua sudah paham betul pentingnya sarapan. Jadi saya tidak akan membahas mengapa kita wajib sarapan. Saya hanya ingin mengenalkan sarapan ala FC. Bagi teman-teman yang sudah akrab dengan FC, ditunggu masukannya bila ada yang salah dari informasi yang akan saya sampaikan ini.

Saya mulai dengan pertanyaan, kenapa penyakit orang Indonesia itu berat-berat? Karena eh karena pola makan yang berat menyebabkan tubuh bekerja berat sehingga mengakibatkan penyakit berat. Diabetes, gagal jantung, stroke sampai obesitas adalah penyakit yang banyak kita temui di sekitar kita. Semuanya penyakit berat yang pengobatannya juga membutuhkan biaya banyak. Yuk, kita telusuri dimana letak kesalahan sehingga penyakit berat ini ada banyak di masyarakat.

Kebanyakan dari kita, sejak kecil terbiasa sarapan dengan makanan berat. Lha gimana gak berat, wong abis bangun tidur perut kosong diisi segelas air teh manis, dilanjutkan nasi goreng + telor, nasi uduk + ayam goreng, bubur ayam, roti + selai, atau yang lebih parah Indomie rebus + kornet. See, semua itu mengandung glukosa yang sulit terurai oleh tubuh lho. 

Ah masa teh manis hangat juga berat? Air hangatnya sih bagus, tapi teh dan gulanya? Hmm, soal teh, saya tidak mau berpolemik di sini, tapi saya termasuk orang yang menghindari teh dan kopi untuk diminum. Dalam segelas teh manis hangat, ada sekitar 200-300 kalori. Wow, sebanyak itu in your very early morning? Berapa usaha yang harus dilakukan tubuh untuk mencerna glukosa sebanyak itu? Kasihan tubuhmu dong cyiin. Tapi kan tubuh butuh glukosa. Betul! Tapi tidak harus diberikan pagi-pagi kan? Glukosa memang sumber tenaga, tapi bukan hanya dia yang menjadi sumber tenaga. Ada sumber lain yang lebih ramah bagi lambung kosong karena lebih mudah diurai tubuh yaitu fruktosa pada buah.

Dalam paham FC, sarapan dengan buah menjadi wajib. Mengapa? Begini, dalam siklus alami tubuh, waktu sarapan bersamaan dengan fase pembuangan. Mulai jam 4 pagi sampai jam 12 siang adalah saat saluran pencernaan bekerja membuang sisa metabolisme serta tumpukan makanan pada usus besar. Pada fase ini, tubuh memerlukan alokasi energi lebih banyak. Kandungan serat tinggi pada buah akan sangat membantu. Maka dipilihlah buah sebagai sarapan karena mudah dicerna dan kandungan fruktosanya mudah terurai.

Sarapan buah tidak membuat kaget lambung yang kosong. Saya analogikan seperti kita berolahraga, kalau kita langsung ke bagian inti, bisa sakit semua tubuh kita. Tapi kalau kita mulai dari pemanasan -  latihan inti - pendinginan, maka tujuan olahraga akan tercapai. Tujuan jangka pendeknya badan menjadi segar, sedangkan tujuan jangka panjangnya tubuh menjadi sehat. Dengan sarapan buah, energi didapat, tapi konsentrasi tubuh melakukan pembuangan tidak terganggu. Sarapan buah ibarat pemanasan bagi saluran cerna. Tubuh pun tidak akan lemas meski hanya sarapan dengan buah saja, kesehatan jangka panjang insyaAllah lebih terjamin.

Saya jadi teringat salah satu hadist Rasulullah yang menganjurkan kita berbuka puasa dengan kurma yang manis. Di Timur Tengah kurma adalah buah segar, bukan manisan seperti yang banyak dijual di Indonesia. Pemahaman agama saya yang cetek dalam memandang hadist ini sederhananya: Rasulullah menganjurkan kita untuk mengisi lambung kosong dengan buah yang manis. Kita tentu meyakini semua sunnah Rasul selalu mengandung kebaikan bukan?

Sarapan buah bikin sakit perut dong! Itu hanya mitos belaka, Sodara-sodara. Tidak akan terjadi iritasi apapun pada pencernaan saat kita mengisi lambung kosong dengan buah. Asalkan buah yang dimakan adalah buah yang manis, berair dan matang di pohon.

Tapi kan makan buah itu bikin cepat lapar. Memang! Itu karena sifat fruktosa yang mudah terurai. Lalu kalo lapar? Ya makan lagi! Tapi makannya buah juga, jangan lontong sayur hihi. Makanlah buah secara repetitif sampai 30 menit menjelang makan siang. Penting memberi jarak makan buah dengan makanan yang mengandung karbohidrat atau protein, karena sifat fruktosa mudah yang mudah rusak bila bertemu karbohidrat/protein. Sayang kan kebaikan buah menjadi hilang kalau mereka dipaksa bertemu.

Sarapan buah mahal! Mahal mana sama biaya perawatan di Rumah Sakit? Tidak selalu sarapan buah itu mahal. Tergantung kita memilihnya buah apa. Kalau sarapan dengan buah import terus ya bisa tekor deh. Pilihlah buah lokal yang lagi musim. Selain harganya lebih murah, jarak tempuh yang lebih pendek daripada buah import menjamin kesegaran karena zat gizi pada buah belum banyak berubah atau rusak.

Sarapan buah memudahkan kita dalam mengatur kebutuhan buah minimal sehingga mencukupi kebutuhan tubuh setiap hari. Tidak ada salahnya memulai menginvestasikan kesehatan sejak dini, jangan menunggu tua dan sakit-sakitan dulu ;)

6 comments:

  1. Wih. Makasih infonya mbak. Lagi belajar sarapan buah ini mbak. He...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama ya mbak Ria, makasih udah mampir ya. Semangat terus sarapan buahnya dan segera lihat perubahan apa yang akan terjadi pada tubuhmu ;)

      Delete
  2. Asslmualaikum mbk dini...sdh sebulan lbh ini sy & istri menjalankan program fc ini, gk ada mslh & sdh merasakan manfaat spt yg mbk dini rasakan, tp ada satu yg sy rasakan yg tdk tejadi pd istri sy.., stlh makan buah terutama mangga, kontan tengkuk/leher blkg sampai tulang belakang mengalami pegal yg amat sangat..,tp gk berlangsung lama sktr stngh-1jam..ntr normal lg, selama sarbu sblm ktmu makan siang lengan klo dipegang dingiin agak berkeringat..., bisa menjelaskan/ berbagi pengalaman wkt sarbu mbk dini? ...txs sblmnya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumsalam wr wb, mas Nugie, terima kasih sudah mampir. Pengalaman gak enak yang saya alami di awal-awal menjalani sarapan ala FC adalah perut kembung, sering buang angin tapi tidak berbau, kepala pusing, sampai demam. Itu semua wajar saja karena tubuh sedang mengalami proses detoksifikasi yaitu proses pembersihan tubuh dari zat-zat yang tidak baik. Proses detoksifikasi ini setiap orang berbeda, tergantung banyak tidaknya zat tidak baik yang ada di tubuh masing-masing. Saya sendiri mengalami ini sekitar 2-3 minggu. Setelah itu badan enak. Dalam kurun waktu tersebut saya pun gak bisa makan pisang ambon. Entah kenapa, rasanya ada getah yang gak enak banget menempel di lidah, tenggorpokan, dan langit-langit atas mulut. Tapi tetap saya coba makan pisang terus. Alhamdulillah lama-lama hilang juga rasa gak enaknya. Sekarang hampir setiap hari saya makan pisang, secara itu buah yang mengenyangkan hehe

      Mengenai gejala tengkuk/leher yang pegal, lengan dingin berkeringat sebelum makan siang, saya rasa itu bagian dari proses detoksifikasi mas Nugie. Saran saya sih coba diteruskan dulu sarbunya. Biarkan tubuh mengenali dan bereaksi terhadap zat-zat baik menggantikan zat-zat tidak baik. Jangan lupa mas, setiap sarbu, jangan sampai perut kelaparan. Saat lapar, makan buah lagi. Begitu terus sampai 30 menit menjelang makan siang.

      Mudah-mudahan jawaban ini bisa sedikit menjawab keresahan mas Nugie ya. Tetap semangat dan salam sehat!

      Delete
  3. Mudah2an itu memang proses detoksifikasi ya..., klo baca2 sih katanya asupan glukosa yang terlalu cepat dari buah yg masuk ke tubuh kita....jadi saat sarbu katanya hrs sedikit2..., thanks jawabannya mbk...salam sehat jg bwt kel...wass wrwb...:)

    ReplyDelete
  4. Ya betul, sebaiknya mengunyah pelan-pelan dan tidak terburu-buru saat menelan, supaya enzim amilase di mulut juga bisa bekerja optimal.

    Makan cepat-cepat bisa membuat lonjakan fruktosa yang tiba-tiba. Ini bisa menyebabkan kembung dan mual. Kalo sudah begini yang salah bukan makan buah pagi-paginya, tapi cara kita mengkonsumsinya yang tidak tepat. Salam hangat juga untuk keluarga mas Nugie ya :)

    ReplyDelete