Friday, May 15, 2015

You Are What You Eat


Yup, Anda benar, tulisan ini masih seputar Food Combining (FC). Setelah di postingan sebelumnya saya membahas tentang sarapan, kali ini kita kenali yuk seperti apa pola makan siang/malam dalam FC. Rumus makan siang/malam dalam FC sama, yaitu:

1. Karbohidrat tidak bertemu protein hewani
2. Protein hewani hanya bertemu sayuran
3. Karbohidrat hanya bertemu sayuran dan atau protein nabati

Simple kan? Tapi susah dipraktekkan ya hehe...  Butuh waktu kurang lebih 1 bulan untuk saya mempelajari pola makan FC. Membaca berbagai referensi dan bertanya kepada sahabat dan kerabat yang sudah duluan menjalani FC, lalu mulai merasa kok semua penjelasannya sangat make sense ya? Pola makan ini tidak membatasi jenis makanan tertentu, namun mengatur kombinasi makanan sehingga sesuai dengan kemampuan dan siklus pencernaan tubuh. Beban saluran pencernaan akan lebih ringan, tubuh dapat menyerap nutrisi dengan sempurna, racun dapat dikeluarkan dari tubuh, dan sisa energi untuk pencernaan dapat disalurkan bagi perbaikan organ tubuh lainnya. Maka bismillah saya tekadkan untuk menjalani pola makan yang semula saya pikir berat ini.

Kembali ke rumus menu makan siang/malam dalam FC. Mengapa karbohidrat tidak boleh bertemu protein hewani? Bukankah dulu di sekolah kita mempelajari bahwa kombinasi makanan yang baik adalah yang mengandung 4 sehat 5 sempurna? Ada nasi sebagai karbohidrat, lauk pauk sebagai sumber protein, sayur mayur sebagai sumber vitamin dan mineral, terakhir prosesi makan ditutup dengan buah dan susu. Dengan rutin menjalani pola makan seperti ini, lalu sehatlah tubuh kita. Begitu pemahaman kita selama bertahun-tahun. Tapi sadarkah kita, ternyata pola makan seperti ini justru membuat masyarakat di hari tuanya banyak menderita penyakit serius seperti jantung, diabetes, stroke, kanker dan masih banyak lagi. Pasti ada yang perlu diperbaiki dengan pemahaman pola makan selama ini.

Kebiasaan mengkonsumsi karbohidrat dicampur protein sudah menjadi kebiasaan selama bertahun-tahun. Selama itu juga kita tidak tau bahwa ternyata ada bahaya serius di dalam saluran cerna bila karbohidrat bertemu protein hewani. Sistem pencernaan akan bekerja ekstra keras. Protein merupakan senyawa organik kompleks yang mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor. Protein tidak serta merta mudah dicerna. Ia harus dipecah dulu supaya lebih sederhana. Proses itu membutuhkan alokasi energi yang besar. Di saat yang bersamaan, karbohidrat juga membutuhkan energi besar untuk mengurai glukosanya. Terbayang double usaha besar yang harus dikeluarkan tubuh untuk mencerna karbohidrat dan protein secara bersamaan?

Paduan cita rasa gurih nan lezat saat mengkonsumsi karbohidrat bersama protein hanya ada di level indra pengecap, tapi tidak di level saluran cerna. Akan terjadi inefisiensi kerja enzim. Karbohidrat dan protein masing-masing memerlukan enzim pencernaan yang berbeda. Setiap enzim juga memerlukan pH yang sangat jauh berbeda. Enzim amilase (berfungsi memecah karbohidrat) akan berhenti saat enzim pepsin (berfungsi memecah protein) dikeluarkan. Akibatnya karbohidrat tidak terurai dengan baik. Ujung-ujungnya hanya menjadi sampah metabolisme, percuma, tidak bisa digunakan untuk kebaikan tubuh. Nah inilah yang menjadi sumber masalah beberapa penyakit. Akibat lainnya adalah pH darah menjadi asam, kondisi yang disukai penyakit. 

Harus setiap harikah pola makan seperti itu diterapkan? Kalau mau tubuh kita senantiasa sehat, iya! Tapi sebagai manusia biasa yang menyukai makanan enak walupun tidak sehat, wajar jika sesekali kita ingin menyantapnya bukan? Boleh saja. Dua kali dalam seminggu kita melakukan cheating (makan tidak sesuai aturan) masih ditolerir. Tapi disarankan pagi tetap sarapan buah. Saat tubuh sudah terbiasa dengan asupan dan kombinasi makanan yang baik, maka alarm tubuh akan bekerja saat ada zat-zat yang tidak baik masuk. Sakit tenggorokan, pusing-pusing, mual, bahkan demam adalah reaksi tubuh yang saya alami saat cheating. Untuk meminimalisirnya, sehabis cheating saya minum jus sayuran, berusaha mengembalikan suasana tubuh dari kondisi asam menjadi basa. Jadi cheating lah dengan hati riang gembira #eh

Berikut ini contoh menu makan siang dan malam ala saya. Saat di rumah tentu lebih mudah menentukan menu. Saat makan di luar rumahlah godaan terbesarnya. But when there's a will, there's away. Pasti bisa kalau kita punya tekad untuk sehat. Diingat-ingat saja bahwa memberi tubuh asupan yang baik sama dengan menginventasikan kesehatan di masa depan. Begitu juga sebaliknya. You are what you eat!


Di rumah: Nasi, tumis jamur broli, tempe goreng, raw selada dan tomat

Di RM Padang: nasi, perkedel kentang, terong balado, sayur nangka, daun singkong rebus, ketimun. Tanpa lauk hewani tetap enyaaakk ^^

Di rumah: semur ayam + tahu, tumis kale, raw paprika

Di rumah: nasi kuning ultah Si Sulung. Ayam gorengnya diskip dulu yaa

Di luar rumah: nasi lengko, tahu gejrot, jus wortel. Gak yambung ya? Biarin deh, yang penting mereka gak akan senggol bacok di perut hehe

Di luar rumah: bihun goreng tanpa baso/ayam. Minumnya jus alpukat tanpa gula/susu/es tapi gak kepoto:p Btw, alpukat itu masuk kategori sayuran ya cyiiin

Di rumah: Telur dalam paprika panggang, raw selada dan tomat. Ini ronde satu. Setelahnya dilanjutkan dengan tahu campur ala ibu mertua^^
Di luar rumah: nasi, pepes tahu, sayur asem, lalapan, sambel. FC itu gampang!

Di luar rumah: gado-gado lontong tanpa telur. Gak sampe Rp. 10.000,-! Kurang ideal karena gak ada sayuran mentahnya. Tapi masih dalam koridor FC lah :)

Di pinggir jalan: tongseng kambing tanpa nasi. Tapi lihat tuh kol dan tomat mentahnya lebih banyak dari tongsengnya. Kenyaaaaang!



0 comments:

Post a Comment