Saturday, August 29, 2015

Back To Nature, Indonesia!


Foto: koleksi pribadi, lokasi sekitar Magetan, Jawa Timur

Kemarin malam, setelah menyelesaikan ritual menjelang tidur, bukannya terlelap, saya dan Si Sulung malah mengobrol.
“ Mi, negara kita kan sedang dijajah” kata Si Sulung
“Dijajah siapa, Kak?” kata saya memancing
“Dijajah oleh kemalasan dan kemiskinan” lalu kalimat Si Sulung pun mengalir mengulas pengertian kemalasan dan kemiskinan versinya.
                                                     

Kemalasan dan kemiskinan. Ya, betul. Inilah yang menjadi persoalan besar bangsa ini. Kebanyakan dari masyarakat Indonesia malas berbuat sesuatu untuk memperbaiki kualitas hidupnya. Malas begini, malas begitu. Maunya serba instan. Meskipun sering mendengar sabda Rasulullah tentang kemalasan adalah pangkal dari kemiskinan, tetap saja kebanyakan dari kita malas untuk move on dari “kemiskinan” itu.
Miskin informasi akan kesehatan tubuh harus diakui melanda sebagian besar masyarakat Indonesia. Padahal kesehatan merupakan investasi yang memiliki peran penting dalam menanggulangi berbagai permasalahan hidup. Harta tak ternilai, modal berharga bagi seseorang untuk memulai aktivitasnya. Ingat pepatah “men sana in corpore sano”? Pada tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Kalau mau memiliki jiwa yang kuat, maka sehatkan dulu tubuhmu. Masalahnya kemudian adalah maukah kita memperbaiki kualitas kesehatan tubuh kita? Ah susah, ah malas, nanti saja kalau sudah tua. Sekarang menikmati hidup aja keleesss. Dulu saya berpikiran begitu. Pikiran yang out of date untuk saat ini, dimana kondisi lingkungan sudah tidak sebaik dan sebersih dulu, saat kemajuan teknologi belum terlalu pesat.
Sebenarnya tidaklah terlalu sulit untuk memiliki tubuh yang sehat. Melalui alam semua sarana pendukung kehidupan sudah disiapkan oleh Sang Pencipta dengan sangat sempurna. Maka tinggal bagaimana manusia menemukan dan memanfaatkannya. Yuk, saya ajak jalan-jalan dulu, melihat posisi negara kita dari sudut astronomis.

Foto: koleksi pribadi, lokasi dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah

Terletak di atara 6°LU - 11°LS dan 95°BT - 114°BT,  Indonesia merupakan negara yang kaya raya. Potensi kekayaan alamnya sangat luar biasa, baik sumber daya alam hayati maupun sumber daya alam non hayati. Di lintasi oleh garis khatulistiwa, menyebabkan Indonesia beriklim tropis. Selalu disinari matahari sepanjang tahun. Negara beriklim tropis selalu dilimpahi keadaan alam yang luar biasa. Lagi-lagi suatu keuntungan! Dengan memiliki dua musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan. Dimana saat musim hujan, curah hujan yang tinggi membuat tanaman tumbuh subur dan berkembang sangat cepat. Sedangkan sebagai negara agraris, maka produksi hortikultura Indonesia baik dari jenis sayur mayur maupun jenis buah-buahan sangat melimpah ruah. Semua bisa didapat dengan mudah dan murah. Tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk mendapatkan manfaat luar biasa dari sumber daya alam hayati milik kita.
Dengan potensi alam yang luar biasa itu, sangat disayangkan kalau tidak banyak masyarakat Indonesia yang gemar makan sayuran dan buah-buahan. Akibatnya berbagai penyakit berat seperti serangan jantung, diabetes, gagal ginjal, kegemukan menjadi penyakit kebanyakan masyarakat. Mungkin selama ini kita sudah mengupayakan memasukan sayur dan buah dalam menu kita sehari-hari. Tetapi seberapa sebanyak? Sudahkan memenuhi kebutuhan 70% dari total kebutuhan nutrisi manusia setiap harinya? Selama ini banyak dari kita masih menganggap sayuran dan buah-buahan sebagai pelengkap makanan, bukan prioritas. Nasi dan lauk saja sudah dianggap cukup. Yang penting kenyang. Inilah yang membuat kurangnya konsumsi sayur dan buah masyarakat Indonesia.

Foto: Google, buah-buahan tropis. I'll miss them :(

Seandainya masyarakat Indonesia paham betapa dalam sayuran dan buah-buahan terkandung pencegah berbagai penyakit, tentu tidak ada yang mau meninggalkannya. Pernah mendengar quote dari Hippocrates yang berbunyi let food be thy medicine? Saya sangat menyukai quote ini. Menurut saya quote ini mengandung semangat bahwa sesungguhnya tubuh manusia itu sangat pintar. Melalui makanan (yang sehat) mampu menyembuhkan dirinya sendiri.

Jangan sia-siakan anugerah Allah. Jangan buang percuma limpahan karunia yang diberikan-Nya. Jangan mau rugi tinggal di negara yang kaya raya alamnya, tapi tidak bisa memanfaatkannya. Jika hari ini masih diberi nikmat, mari mulai memperbaiki pola konsumsi makanan sayuran dan buah-buahan kita. Mari memperbaiki pola makan yang sesuai dengan pesan gizi seimbang. Meminjam istilah Sofie Nafita, yuk Indonesia makan sayur. Back to nature. Untuk Indonesia Sehat, Indonesia Keren!

Foto: Google, this is one of my fav quotes^^

0 comments:

Post a Comment