Sunday, June 19, 2016

Banyak Memberi, Banyak Menerima



Tulisan ini sambungan dari artikel sebelumnya.

Perut lapar sementara perbekalan habis membuat kami memutuskan untuk mampir ke Flakk Pizza and Grill. Posisinya tepat di samping dermaga. Sekedar duduk dan ngemil saja niatnya. Ternyata kegiatan hampir setengah hari memancing cukup menguras energi. Bergegas, kami menuju ke restoran itu.

Dari luar restoran ini terlihat menyenangkan. Auranya mengundang orang untuk mampir. Bercat putih, beraksen lis merah dan hijau, matching sekali. Poster iklan turut menghiasi dinding luar. Menampilkan makanan apa saja yang mereka jual. Ada pizza, kebab, hamburger, kj√łttretter dan salad. Semua itu seperti magnet yang menarik para pengendara mobil untuk mampir sejenak. Poster memang sarana iklan yang cukup efektif. Kursi-kursi dari kayu berjejeran di depan dan samping toko. Sinar matahari menyinari tempat itu. Hangat. Orang-orang lebih memilih duduk di luar daripada di dalam. Suasana summer begini memang sangat dinikmati orang-orang Norwegia. Bagaimana tidak, suhu 19°C adalah suhu yang sempurna. Meski matahari bersinar terik, tapi tidak terasa panas. Tapi jangan salah, tau-tau kulit jadi gosong. Justru itu yang mereka incar. Kulit gelap adalah dambaan para bule heuheu

Interior dalam toko tak kalah menarik. Lantai bermotif papan catur, kotak-kotak hitam putih, mengingatkan saya kepada Bali. Etalase rak makanan menyuguhkan berbagai cemilan seperti coklat, permen, roti dan kue. Di meja pemesanan terpampang berbagai menu berikut harganya. Di sana berdiri penjaga kasir (mungkin juga pemilik toko) dengan seragam berwarna merah. Dari rupa wajahnya, agaknya ia orang Turki. Dengan senyum hangat dan ucapan assalamu'alaikum, ia menyapa kami. Senangnya bertemu sesama Muslim di negara ini. Alhamdulillah, jadi yakin juga kalau makanan yang dijualnya pasti halal.

Kami mulai memilih menu. Kebetulan ada kebab, favoritnya anak-anak. Sepertinya memesan 2 porsi untuk berempat cukup, karena biasanya porsinya besar. Eh, si penjaga kasir malah bilang, cukup 1 porsi aja karena kebab yang kami pilih porsinya besar. Ya sudahlah kami menurut aja. Jadi cuma dipesan 1 porsi kebab dan 2 botol minuman soft drink.

Sambil menunggu pesanan datang, kami berbincang, membahas kegiatan memancing tadi. Tertawa -tawa mengingat peristiwa Si Sulung yang berhasil "mengalahkan" 3 orang pemancing dewasa bertubuh kekar. Tak lama pesanan datang. Diantar oleh gadis Turki yang cantik. Dan ternyata kebabnya besar sekali. Sebesar tampah! Ini kebab terbesar yang pernah kami temui. Dimakan berempat pun tidak mungkin habis.  Kejutannya masih ada lagi. Sang pelayann cantik memberi bonus sekotak besar kentang goreng. "Ini bonus dari kami", katanya. Alhamdulillah, rejeki munggahan hari ini banyak sekali. 

Sambil menyantap kebab yang lezat itu, kami mengira-ngira gerangan apa yang membuat kami diberi bonus. Sebagai sesama Muslim kah? Sebagai hadiah menjelang Ramadhan kah?Ah, apapun itu kami mensyukuri saja. Tapi hati ini meyakini bahwa rejeki yang diberikan kepada orang lain, pasti akan kembali pada si pemberi

Tak lama, sekitar 10 menit kami menyantap hidangan, restoran mulai ramai. Sebelumnya, cuma kami pengunjung yang ada di dalam. Sekelompok remaja tanggung, pasangan muda-mudi, sampai keluarga dengan anak-anak kecil mengantri menunggu giliran memesan makanan. Antriannya cukup panjang. Dimulai dari meja pesanan sampai ke pintu masuk. Ramai!

MasyaAllah, saya langsung meyakini ramainya pengunjung ini adalah salah satu efek bonus yang penjual berikan kepada kami. Semakin banyak berbagi, semakin banyak menerima. Semakin banyak berbagi, semakin kaya akan rejeki. Semua itu bukanlah sekedar teori. Meski sulit dijelaskan secara ilmiah, tapi kenyataannya sudah banyak bukti orang yang gemar berbagi tidak akan menjadi miskin, justru ia semakin kaya. Saat berbagi, apa yang dibagikan tidak akan berkurang. Justru akan bertambah. Minimal tumbuh rasa bahagia di dalam hati, efek paling cepat, paling egois dari berbagi.

Alhamdulillah, hari ini satu lagi pelajaran kami dapatkan. Kejadian di depan mata ini menjadi contoh yang baik sekali buat anak-anak. Semoga selalu terpatri dalam benak dan hati mereka bahwa berbagi tidak akan pernah merugi, justru mendatangkan keuntungan dan kebahagiaan, jika dilakukan dengan ikhlas. InsyaAllah.



                                                                                                    

1 comment:

  1. You are absolutely giving opens the doors for receiving. It is what has been taught in Islam and is absolutely true. Thanks for sharing this wonderful story.

    ReplyDelete